Umm, postingan ini diambil dari Buletin mingguan JOY Fellowship Indonesia (Organisasi serta Persekutuan mahasiswa di Indonesia)
Ntar untuk lebih lengkap tentang JOY dan kenapa saya memilih bergabung dan "melayani" di persekutuan itu akan saya bahas di postingan berikutnya ya :D hehe
Cekidot kita mulai saja,
Dalam Kehidupan ada suka dan duka. Ketika ada masalah, kita sering mendengar orang menasehati bahwa ada rencana Tuhan yang indah dalam setiap masalah, ada pelangi sehabis hujan. Tetapi apa yang terjadi jika kita hanya melihat hujanya saja, tidak melihat pelangi, melihat masalah tetapi tidak melihat rencana Allah? Misalnya saja jika ada masalah dalam keluarga, ayah dan ibu bercerai atau ada masalah keuangan. Pelangi apa yang kita temukan dibalik orang tua yang bercerai? Rencana Allah apa yang kita lihat dari masalah keuangan, penyakit, pergumulan keluarga? kadang kita berjuang untuk mengerti rencana Tuhan, tetapi tetap saja tidak mengerti. Apa yang seharusnya kita lakukan ketika kita melihat dan merasakan Allah susah untuk dipahami, tidak melihat rencana Tuhan.
Bilangan 22-24, bercerita tentang Balak seorang raja Moab yang karena melihat bangsa Israel telah mengalahkan bangsa-bangsa lain menjadi takut. Takut jika negerinya akan diserang dan dikalahkan oleh bangsa Israel. Cara yang dipakai Balak untuk mengatasi ketakutanya adalah memanggil Bileam untuk mengutuki orang Israel. Bileam adalah seorang juru tenun, atau yang sering kita sebut sebagai tukang ramal. Dia juga mendengar cerita-cerita tentang Allah Israel, jadi dia juga mengakui Allah Israel. Tetapi ia bukan salahsatu dari nabi Tuhan dikala itu. Pada waktu itu Bileam adalah juru tenun yang terkenal.
Utusan Balak yang pertama datang menemui Bileam dengan membawa upah mengutuki Israel. Bileam meminta petunjuk Allah, tetapi Allah tidak mengijinkanya menemui Balak. Karena utusan pertama ditolak, Balak kembali mengutus utusan yang kedua yang lebih terhormat dari utusan yang pertama dengan membawa uang yang lebih banyak. Kali inipun Bileam meminta petunjuk dari Allah. Allah mengijinkanya pergi dengan mengatakan kata-kata yang keluar adalah kata-kata yang dari Allah.
Hal yang menarik adalah, ketika Bileam sampai ditemoaat Balak. Balak segera mengajak Bileam untuk mengutuki bangsa Israel. Bukanya memberi kutuk, yang keluar dari mulut Bileam adalah Berkat. Allah sendiri yang memberkati Israel melalui Bileam. Sampai tiga kali dibukit yang berbeda (bukit Baal, puncak gunung Pisga dan gunung Peor)Bileam memberkati Israel dan membuat Balak murka.
Dalam kisah ini, bangsa Israel tidak tahu bahwa ada seorang yang berusaha untuk mengutuki mereka. Mereka juga tidak tahu bahwa Tuhan diatas bukit sedang melindungi mereka. Allah mengasihi dan melindungi bangsa Israel. Pasa 25 merupakan suatu kontras dengan pasal 22-24, bangsa Israel menyembah Baal Peor. Suatu Kontras Allah aktif menjaga dan Israel aktif memberontak. Memang yang menyembah baal dihukum mati Tuhan,tapi apakah kasih setia Tuhan pada Israel lenyap begitu saja? Tidak. Ia adalah Allah yang maha kasih dan setia, Ia mengasihi bangsa Israel. Ia berjanji kepada Abraham untuk memberkati Abraham dan keturunanya dan Allah menepatinya.
Lihatlah betapa Allah sangat mengasihi umat Israel. Demikian juga Ia mengasihi kita, umat yang dikasihi-Nya. Hati Allah adalah hati yang mengasihi, Apakah kita percaya bahwa Allah mengasihi kita? Ketika kita mengalami satu permasalahan dan kita tidak melihat rencana Allah, ketika kita melihat hujan tanpa melihat pelangi, ingatlah akan Hati Allah yang mengasihi kita, Dia yang berjanji kepada kita, memegang tangan kita, bersama kita melalui hujan maupun Badai Sekalipun. Ia bekerja didalam diri kita, dan Ia mampu merubah kutuk menjadi Berkat!!Percayalah pada hati Allah. Hati Allah, dalam kisah yang kita renungkan ini, adalah hati yang mengasihi. Allah yang setia. Percaya bahwa Ia tidak pernah meninggalkan kita, Bacalah Alkitab dan temukan Hati Allah!
TUHAN YESUS MEMBERKATI
<i>Penulis : Kak Riana, 1 November 2013
Disunting : Awi, 14 Januari 2014</i>

.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar