Just Stay Calm

"segenggam ketenangan lebih baik daripada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin" -Pengkhotbah

Go a Head!

❝ We all have setbacks in our yesterdays. But your past doesn’t define your future. Today is a new day. ❞

Love Like Jesus

Sometimes you may feel God is hard on you and doesn't love you, Truth is He Loves you to much to leave you the way you are

Minggu, 03 Agustus 2014

Perspektifku + Perspektifmu = ?



 "Playing with The Fire Ball"

#Silhouette #Lanscape #People #Candid #Journey

Saat kami mengabadikan moment ini; membidikan kamera dan menyesuaikan posisi kami berdiri dengan sudut (angle) yang segaris lurus dengan matahari, sempat terlintas dipikiran saya; segala sesuatu yang tampak biasa-biasa saja apabila dilihat dari sudut pandang/perspektif yang berbeda akan menghasilkan hasil yang berbeda pula.

Ada kalanya atau bahkan sering kali kita menemukan sifat/karakter seseorang yang sepertinya sangat bertolak belakang dengan kepribadian/karakter kita. Entah mengapa sepertinya "dia" selalu saja melihat anda dari sisi buruknya saja, entah mengapa sesuatu yang anda anggap benar ia tidak setuju, dan mungkin bahkan setiap anda berkata "YA" dia pasti selalu berkata "TIDAK" atau sebaliknya.

Jika demikian tentu lambat laun orang tersebut bisa menjadi "batu sandungan" bahkan "jerat" bagi anda, sehingga anda bisa saja terpuruk kedalam suatu kesalahan yang berujung pada dosa.
Hahaha 

Ilustrasi:
Saya punya sebuah ilustrasi untuk anda;
Dalam ilustrasi ini anda membutuhkan seorang partner yang dapat membantu anda melakukan ilustrasi ini.
- Ajaklah partner anda untuk duduk/berdiri bersebelahan dengan anda
- Duduk/berdirilah dengan saling membelakangi
- Mulailah mengajukan pertanyaan ini kepada partner anda ; "Katakan kepadaku, apa saja benda yang ada    dihadapanmu yang dapat kamu lihat?
- Mintalah partner anda mengajukan pertanyaan yang sama kepada anda
- Setelah itu bandingkanlah benda-benda yang ada didepan partner anda dengan benda-benda yang ada  didepan anda: apakah semuanya sama; apakah semua benda yang dapat partner anda lihat, juga dapat anda  lihat saat anda dan partner anda duduk/berdiri saling membelakangi? Tentu tidak bukan?

demikian jugalah sesungguhnya posisi anda dan orang yang sepertinya sangat bertolak belakang dengan anda; kalian saling membelakangi satu sama lain. Namun apakah perbedaan ini dapat dijadikan alasan untuk anda saling bermusuhan satu dengan yang lain? TIDAK, sama sekali TIDAK! Justru semua perbedaan itu harus dijadikan sebagai pemersatu antara kalian.
Ketahuilah, sesungguhnya dia dapat melihat segala sesuatu yang anda belum tentu dapat lihat.. begitu juga sebaliknya, anda dapat melihat hal-hal yang belum tentu dapat ia lihat.

Menarik bukan? jikalau demikan, bukankan anda membutuhkan dia? dan tentu dia juga sangat membutuhkan anda?

Mungkin tidak semudah yang tertulis di postingan ini untuk menyelesaikan konflik anda. Saya tidak dapat membayangkan betapa rumit dan kompleks nya permasalahan yang sedang anda hadapi, namun saya mau menegaskan bahwa Tuhan Yang Esa menciptakan kita dengan sempurna, manusia diberi hak yang istimewa atas seluruh ciptaanNya. Anda, saya dan juga dia, kita masing-masing diberi kelebihan dan tentu saja kekurangan yang berbeda satu dengan yang lainya, oleh sebab itu DIA ciptakan anda yang bisa melengkapi kekurangan saya dan demikian juga sebaliknya.
Konflik adalah tergantung bagaimana kita sebagai pribadi yang dewasa; menyikapinya dengan pemikiran, sudut pandang serta sikap yang dewasa pula. Percayalah bahwa konflik membuat masing-masing dari kita untuk menjadi dewasa; dewasa dalam pemikiran, tingkah laku bahkan membuat relasi kita dengan sesama menjadi semakin erat, karna semakin keras bola kaki ditendang kearah gawang, maka semakin besar pula kesempatan/peluang untuk bola itu dapat masuk kedalam gawang tersebut.

Semoga artikel ini dapat membantu anda atau siapa saja yang sedang butuh pertolongan untuk menyikapi konflik yang sedang dihadapinya.
Be smart, be grateful, and be blessing!!
God bless!


Referensi:
1. Seminar "Manajemen Konflik Kelas 301a" oleh JOY FELLOWSHIP INDONESIA di Gloria Graha, Yogyakarta.
2. Kelas 301b JOY FELLOWSHIP INDONESIA

Ayo lanjut >>

Senin, 13 Januari 2014

Hello guys, uda lama gak buat postingan di blog. "Sibuk" itulah alasan  yang pada umumnya digunakan, hehe.
Umm, postingan ini diambil dari Buletin mingguan JOY Fellowship Indonesia (Organisasi serta Persekutuan mahasiswa di Indonesia)
Ntar untuk lebih lengkap tentang JOY dan kenapa saya memilih bergabung dan "melayani" di persekutuan itu akan saya bahas di postingan berikutnya ya :D hehe

Cekidot kita mulai saja,
Dalam Kehidupan ada suka dan duka. Ketika ada masalah, kita sering mendengar orang menasehati bahwa ada rencana Tuhan yang indah dalam setiap masalah, ada pelangi sehabis hujan. Tetapi apa yang terjadi jika kita hanya melihat hujanya saja, tidak melihat pelangi, melihat masalah tetapi tidak melihat rencana Allah? Misalnya saja jika ada masalah dalam keluarga, ayah dan ibu bercerai atau ada masalah keuangan. Pelangi apa yang kita temukan dibalik orang tua yang bercerai? Rencana Allah apa yang kita lihat dari masalah keuangan, penyakit, pergumulan keluarga? kadang kita berjuang untuk mengerti rencana Tuhan, tetapi tetap saja tidak mengerti. Apa yang seharusnya kita lakukan ketika kita melihat dan merasakan Allah susah untuk dipahami, tidak melihat rencana Tuhan.

Bilangan 22-24, bercerita tentang Balak seorang raja Moab yang karena melihat bangsa Israel telah mengalahkan bangsa-bangsa lain menjadi takut. Takut jika negerinya akan diserang dan dikalahkan oleh bangsa Israel. Cara yang dipakai Balak untuk mengatasi ketakutanya adalah memanggil Bileam untuk mengutuki orang Israel. Bileam adalah seorang juru tenun, atau yang sering kita sebut sebagai tukang ramal. Dia juga mendengar cerita-cerita tentang Allah Israel, jadi dia juga mengakui Allah Israel. Tetapi ia bukan salahsatu dari nabi Tuhan dikala itu. Pada waktu itu Bileam adalah juru tenun yang terkenal.

Utusan Balak yang pertama datang menemui Bileam dengan membawa upah mengutuki Israel. Bileam meminta petunjuk Allah, tetapi Allah tidak mengijinkanya menemui Balak. Karena utusan pertama ditolak, Balak kembali mengutus utusan yang kedua yang lebih terhormat dari utusan yang pertama dengan membawa uang yang lebih banyak. Kali inipun Bileam meminta petunjuk dari Allah. Allah mengijinkanya pergi dengan mengatakan kata-kata yang keluar adalah kata-kata yang dari Allah.

Hal yang menarik adalah, ketika Bileam sampai ditemoaat Balak. Balak segera mengajak Bileam untuk mengutuki bangsa Israel. Bukanya memberi kutuk, yang keluar dari mulut Bileam adalah Berkat. Allah sendiri yang memberkati Israel melalui Bileam. Sampai tiga kali dibukit yang berbeda (bukit Baal, puncak gunung Pisga dan gunung Peor)Bileam memberkati Israel dan membuat Balak murka.

Dalam kisah ini, bangsa Israel tidak tahu bahwa ada seorang yang berusaha untuk mengutuki mereka. Mereka juga tidak tahu bahwa Tuhan diatas bukit sedang melindungi mereka. Allah mengasihi dan melindungi bangsa Israel. Pasa 25 merupakan suatu kontras dengan pasal 22-24, bangsa Israel menyembah Baal Peor. Suatu Kontras Allah aktif menjaga dan Israel aktif memberontak. Memang yang menyembah baal dihukum mati Tuhan,tapi apakah kasih setia Tuhan pada Israel lenyap begitu saja? Tidak. Ia adalah Allah yang maha kasih dan setia, Ia mengasihi bangsa Israel. Ia berjanji kepada Abraham untuk memberkati Abraham dan keturunanya dan Allah menepatinya.

Lihatlah betapa Allah sangat mengasihi umat Israel. Demikian juga Ia mengasihi kita, umat yang dikasihi-Nya. Hati Allah adalah hati yang mengasihi, Apakah kita percaya bahwa Allah mengasihi kita? Ketika kita mengalami satu permasalahan dan kita tidak melihat rencana Allah, ketika kita melihat hujan tanpa melihat pelangi, ingatlah akan Hati Allah yang mengasihi kita, Dia yang berjanji kepada kita, memegang tangan kita, bersama kita melalui hujan maupun Badai Sekalipun. Ia bekerja didalam diri kita, dan Ia mampu merubah kutuk menjadi Berkat!!

Percayalah pada hati Allah. Hati Allah, dalam kisah yang kita renungkan ini, adalah hati yang mengasihi. Allah yang setia. Percaya bahwa Ia tidak pernah meninggalkan kita, Bacalah Alkitab dan temukan Hati Allah!

TUHAN YESUS MEMBERKATI




<i>Penulis : Kak Riana, 1 November 2013
Disunting : Awi, 14 Januari 2014</i>
Ayo lanjut >>